Wednesday, 15 February 2017

Tempat Wisata, keindahan Banda Aceh dengan kekayaan spiritualnya yang Indah.

Lokasi isata Kota Banda Aceh

Tempat Wisata, keindahan Banda Aceh dengan kekayaan spiritualnya yang Indah.
Mesjid Raya Baiturrahman
Kota Banda Aceh terletak di posisi yang angat strategis pada titik paling ujung barat kepulauan Indonesia, tepatnya pulau Sumatra,telah membuat kota Banda Aceh sebagai tempat transit dan diakui sebagai pusat pendidikan, perdagangan, dan pemerintah.

Sebagai pintu gerbang pariwisata di pintu masuk barat ke Indonesia, Anda diundang untuk mempelajari kemegahan sisa era abad keemasan Aceh Darussalam yang memiliki segudang sejarah keislaman di dalamnya.

 Sebagai Pusat informasi wisata Banda Aceh telah hati-hati mengidentifikasi sisa-sisa sejarah dan mereka menunjukkan bagaimana tanah megah ini telah tangguh berdiri.
 Meskipun sekitar enam puluh persen infrastruktur kota hancur, kota ini sekarang menemukan cara baru sebagai perkembangan yang cukup berlangsung cepat setelah bencana.

Salah satu lokasi wisata Banda Aceh Ulee Lheue merupakan pantai yang menghadap Selat Malaka dan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan menawarkan pemandangan matahari terbenam yang terbaik di negeri ini.

Berikut ini akan saya jelaskan bagamain anda dapat mengunjungi kota ini.
(BTJ) Bandara Sultan Iskandar Muda adalah bandara utama di Banda Aceh. Bandara ini melayani beberapa penerbangan, seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, AirAsia, dan Malaysia Airlines.

Ketika Anda tiba di Banda Aceh, atau berjalan keluar bandara dan Anda akan menemukan beberapa pilihan transportasi. Anda akan menemukan beberapa angkutan umum yang berbeda yang mungkin tidak anda jumpai di tempat lainnya.

Labi-labi adalah nama lokal untuk minibus umum atau 'angkot' di bagian lain negara itu. Ini adalah cara yang paling ekonomis transportasi yang tersedia untuk umum dan wisatawan. Cara yang paling mudah untuk melakukan perjalanan di dalam kota seperti halnya Anda berencana untuk mengunjungi berbagai tempat wisata di Banda Aceh pasca tsunami adalah dengan bersepeda gunung. Sebuah operator tur menyewakan sepeda yang dapat anda temukan di beberapa daerah Aceh.

Mesjid Bersejarah “Baiturrahman”

Masjid Raya Baiturrahman adalah Masjid Agung dibangun sejak berabad-abad tahun yang lalu di Banda Aceh. Ini adalah simbol kehidupan beragama, keberanian, dan nasionalisme rakyat Aceh. Dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda, masjid ini difungsikan sebagai pusat pendidikan agama di Nusantara (Kepulauan Melayu). Banyak sarjana dan mahasiswa dari negara-negara lain seperti Arab, Turki, India, dan Persia Islam datang untuk mendapatkan pendidikan agama Islam di sana.

Masjid ini merupakan saksi bisu perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan Aceh dari penjajahan Belanda selama 1873-1904 AD Sudah pernah pernah hancur setelah dibakar oleh Belanda pada tahun 1873 AD Kohler sudah mati untuk disambar oleh orang-orang Aceh di Baiturrahman daerah Mesjid. Mengingat tragedi tersebut, sebuah monumen dibangun di sisi depan-kiri masjid di bawah pohon ketapang. Untuk upaya menenangkan kemarahan rakyat Aceh atas  kejadian yang membuat mesjid tersebut  terbakar, Belanda dengan permeintah dari Gubernur Jenderal Van Lansnerge dibangun masjid pada  1879 AD Sampai saat ini, masjid yang pernah diperbaharui untuk kali kelima selama 1879-1993.

Saat insiden bersejarah mengerikan terakhir kali masjid itu mengalami tragedi tsunami pada 24 Desember 2004 ketika aliran air cepat masuk, tsunami hampir membanjiri lantai dasar masjid. Setelah, masjid menjadi saksi bisu bagi orang-orang yang aman dari tsunami pada saat itu. Banyak orang meninggal pada tragedi tersebut bbanyak jenaxah yang ditaruh dalam masjid sebelum mereka diidentifikasi.

lokasi Wisata Masjid Baiturrahman


Masjid Baiturrahman terletak di jantung Kota Banda Aceh di samping pasar tradisional Aceh, Nangroe Aceh Darussalam, Indonesia. Karena ditempatkan di pusat Kota Banda Aceh, dapat membuat Anda lebih mudah untuk mengakses lokasi baik dengan mengambil angkutan pribadi atau angkutan umum.

0 comments:

Post a Comment